Selasa, 05 Mei 2015

CONTOH TEKS NEGOSIASI
( Seragam Olahraga Untuk Kelas )

          Seorang anak bernama Joseph mengeluhkan seragam olahraga milik sekolah karena corak dan bentuknya yang kurang menarik. kemudian Joseph berbicara dan menanyakkan pendapat kepada teman-teman sekelasnya tentang seragam olahraga tersebut.
Joseph            :  Pagi, teman-teman!
teman-teman  :  Pagi juga……
Joseph           : Saya di sini ingin bertanya tentang seragam olahraga milik sekolah. Apa diperbolehkan?
Ali                 : Bertanya tentang apa?
Joseph           : Saya ingin bertanya tentang seragam olahraga milik sekolah kita.
Bari               : Memangnya ada apa dengan seragam olahraga milik sekolah kita?
Joseph        : Apa kalian semua setuju dan tidak malu jika seragam olahraga kita dipakai dan di lihat oleh semua orang dengan corak dan bentuk seperti itu?
Bari              : oh iya ya, seragam olahraga milik sekolah kita kan corak dan bentuknya jadul.
Ali                 : Terus apa solusinya?
Joseph           :  Bagaimana jika kita mendesain sendiri seragam olahraga untuk kelas?
Ali                 :  Memangnya diperbolehkan?
Joseph         :  Ya kita coba dahulu. Nanti kita bicarakan dengan pihak sekolah. Apa kalian setuju?
Ali                 : Saya setuju!. Bagaimana dengan lainnya? Apakah kalian setuju?
Teman-teman   : Ya kami setuju….
Joseph      : Baiklah jika kalian setuju, besuk kita diskusikan untuk model dan warnanya.
Teman-teman   : Kalau begitu cukup sekian dari saya, silahkan dilanjutkan belajarnya.
Beberapa hari selanjutnya setelah Joseph dan teman-temannya mendisain corak dan model seragam olahraga milik sekolah. Joseph pun pergi ke kantor untuk menyampaikan pendapat dari teman-temannya.
Joseph            : Permisi, bolehkah saya bertemu dengan Bu Intan?
Bu Ina            : Oh ya sebentar saya panggilkan, silahkan duduk dulu.
Joseph            : Trimakasih Bu….
Bu Intan         : Ada keperluan apa ya?
Joseph        : Begini bu saya ingin menyampaikan pendapat teman-teman tentang model dan bentuk seragam olahraga milik sekolah.
Bu Intan         :  Oh ya, memangnya ada apa?
Joseph        : teman-teman kurang setuju dengan model seragam olahraga milik sekolah. Terus teman-teman ingin menyalurkan pendapat dengan mendesain sendiri modelnya. (sambil menyerahkan desain pakaian)
Bu Intan         :   Baiklah, nanti kami bicarakan dengan pihak sekolah.
Joseph             :  Kalau begitu saya permisi dulu..
Bu Intan         :  Ya, silahkan





Sabtu, 25 April 2015


Pada tanggal 15 April 1989, 24,000 pendukung Liverpool melakukan perjalanan untuk menyaksikan pertandingan tim kesayangan mereka. 
Secara keseluruhan mereka kemudian dikenal sebagai 'The 96'. Tetapi bagi keluarga dan teman yang mereka tinggalkan, mereka adalah ayah, anak, kakak, adik, saudara sepupu, bibi, paman dan kakek; juga kekasih, suami, pasangan hidup dan sahabat.
Seperti sebuah tulisan dari seorang istri dari salah satu suporter yang tidak pernah kembali, "Bagi dunia, suami saya adalah salah satu dari 'The 96', tetapi bagi saya dan anak-anak, dirinya akan selalu menjadi nomor satu." Surat itu dimuat di website resmi Liverpool FC, pada peringatan ke-20 dari tragedi tersebut.
Untuk kalian yang tidak mengetahui tentang mereka, para suporter yang meninggal di Hillsborough di hari itu mungkin hanyalah barisan nama yang terukir pada monumen peringatan Hillsborough (Hillsborough Memorial Marble). 
24,000 tiket, 23 gerbang putar, dua buah tribun penonton yang terlalu padat, 96 orang meninggal dan 766 orang luka-luka, angka-angka tersebut bahkan tidak dapat menggambarkan sebagian kecil dari tragedi yang telah membentuk Liverpool Football Club dan pendukungnya yang akan mengikuti tim ini selamanya.Mungkin angka yang paling signifikan dari keseluruhan tragedi ini adalah angka yang menunjukkan usia dari setiap korban yang tertera di monumen peringatan Hillsborough. Kejadian tragis pada tanggal 15 April 1989 dan suporter yang meninggal dunia di hari itu tidak akan pernah dilupakan.
·        

Senin, 06 April 2015

Chairil Anwar Dan Hasil Karyanya
  A.   Chairil Anwar
1.     Profil
Chairil Anwar lahir pada tanggal 26 Juli 1922 di Medan, Sumatra Utara. Beliau merupakan anak tunggal dari pasangan Toeloes dan Soleha. Kedua orang tuanya berasal dari Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Chairil dibesarkan di Medan sebelum pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) oleh ibunya pada tahun 1940.
Chairil bersekolah di Hollandsch-Inlandsche School (HIS). Kemudian ia melanjutkan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), tetapi tidak sampai tamat. Chairil menguasai bahasa asing, yaitu bahasa Inggris, bahasa Belanda, dan bahasa Jerman.
Chairil mulai mengenal dunia sastra pada usia 19 tahun, namun namanya mulai dikenal ketika tulisannya dimuat di Majalah Nisan pada tahun 1942. Ia menjadi seorang penyair atau sastrawan. Ia juga pernah menjadi seorang penyair radio Jepang di Jakarta saat masa pendudukan Jepang. Chairil kemudian wafat pada tanggal 28 April 1949 saat ia berusia 26 tahun.
2.     Hasil Karya
Hasil karya Chairil Anwar mempunyai koleksi puisi diantaranya berjudul “Deru Campur Debu”, “Kerikil-kerikil Tajam dan yang Putus”, dan “Tigas Menguk Takdir”.
  B.   Puisi
1.     Definisi
Puisi adalah karangan yang terikat pada bait, baris, suku kata, rima, dan irama.
2.     Unsur-unsur Pembentuk Puisi
a. Diksi  :  merupakan pemilihan kata untuk mengungkapkan gagasan.
b. Bunyi : dalam puisi bunyi bersifat estetik untuk mendapat keindahan dan tenaga ekspresif.
c.    Rima   : persamaan bunyi baik diawal larik atau diakhir larik.
d.    Irama  : panduan bunyi yang menimbulkan efek musikalitas.
e. Ragam Bunyi :  meliputi bunyi eufoni, kokofoni, dan onomotope.
f.    Bahasa Puisi : merupakan sarana ekspresi dalam penulisan puisi.
g. Tipografi     : merupakan pembeda yang paling awal dapat dilihat dalam membedakan puisi dengan prosa fiksi dan drama.
h.  Isi Puisi  :   mencakup tema, perasaan penyair, nada, dan amanat.
i.       Imaji dan Simbol :  menggunakan kata-kata yang bermakna.
3.     Jenis-jenis Puisi
Puisi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu puisi lama dan puisi baru. Puisi lama terdiri dari mantra, pantun, karmina, seloka, gurindam, syair, dan talibun. Sedangkan puisi baru terdiri dari balada, himne, ode, epigram, romance, elegi, dan sabire.
4.     Memaknai Puisi “Aku”
Puisi yang berjudul “Aku” karya Chairil Anwar menggambarkan semangat perjuangan untuk membebaskan diri dari penjajahan. Ada pesan dari Chairil Anwar dalam puisi tersebut, bahwa manusia itu adalah makhluk yang tak pernah lepas dari kesalahan. Oleh karena itu, jangan memandang seseorang baik-buruknya saja.
Pada puisi tersebut Chairil Anwar menginginkan kebebasan dari semua ikatan. Beliau ingin selalu dapat berkreasi. Adapun amanat dari puisi “Aku” seperti manusia harus tegak, kokoh terus berjuang, pantang mundur meskipun rintangan menghadang.

Rabu, 01 April 2015

Catatan Perjalanan
          Kamis (26/3) SMA Negeri 2 Magelang mengadakan acara bagi siswa kelas 10. Acara tersebut yaitu Pelajaran Luar Sekolah atau disingkat PLS. Satu hari sebelum PLS dimulai, para siswa diberikan instruksi dari Kepala Sekolah atau Bapak M. Arief Fauzan kemudian dilanjutkan oleh Bapak Pridjaji.
          Didalam intruksi tersebut terdapat peraturan-peraturan yang harus dijalani oleh siswa kelas 10 kemudian seragam yang harus digunakan serta sepatu yang harus dipakai. Tidak hanya itu, siswa kelas 10 diberitahukan agar besuk berangkat pagi karena acara dimulai pada jam 06.30 WIB. Setelah semuanya diinstruksikan kepada siswa kelas 10, siswa kelas 10 kemudian dipersilahkan untuk pulang agar menyiapkan yang harus dibawa saat PLS.
          Pagi harinya, siswa kelas 10 sudah bersiap-siap untuk melaksanakan “Pelajaran Luar Sekolah atau PLS”. Keberangkatan tidak sesuai dengan yang diinstruksikan kemaren dan baru jam 07.00 WIB berangkat dari Kota Magelang menuju Surakarta. Perjalanan menuju Surakarta membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam (apabila jalan tidak macet). Selama perjalanan banyak siswa yang bernyanyi, berfoto-foto didalam bis, bercanda, dan lain-lain. Ditengah perjalanan semua bis berhenti di sebuah POM Bensin, berhenti disitu dimaksudkan apa ada siswa yang ingin buang air kecil tidak. Semua pada mengantri untuk bergantian keluar masuk kamar mandi atau WC. Setelah semua sudah lengkap, perjalanan menuju Surakarta pun dilanjutkan.
          Lokasi pertama yang dikunjungi adalah sebuah perusahaan tekstile yang namanya sudah terkenal baik local maupun internasional. Perusahaan tekstile tersebut adalah PT. Sri Rejeki Isman, Tbk akan tetapi orang-orang biasa menyebut PT. Sritex. Perusahaan ini menghasilkan beragam bentuk seragam militer baik lokal maupun internasional, kemudian tas dan topi yang bercorak militer, dan lain-lainnya. Perusahaan ini sudah lama berdiri dan bermula dari toko tekstile sederhana yang berada di Pasar Klewer, Surakarta. Pendiri dari Perusahaan PT. Sri Rejeki Isman, Tbk adalah Alm. H.M. Lukminto. Karyawan yang bekerja di perusahaan ini sekitar 25.000 orang dan luas perusahaan ini yaitu 130 hektare yang telah disetujui oleh Presiden ke-6 Republik Indonesia, Bapak H. Susilo Bambang Yudhoyono.
          Sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi kedua, siswa kelas 10 melakukan istirahat sejenak di Rumah Makan Tamansari yang berada di Sukoharjo. Di  Rumah Makan Tamansari, siswa kelas 10 melakukan makan siang dan ibadah salat (bagi siswa Muslim). Jika semua sudah, perjalanan pun berlanjut menuju lokasi kedua. Perjalanan menuju lokasi kedua membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari tempat peristirahatan atau dari Rumah Makan Tamansari.
          Lokasi kedua yang dimaksud adalah Museum Sangiran. Museum Sangiran berisi kumpulan benda yang terdapat pada waktu zaman purba dan Museum Sangiran juga mengkoleksi manusia pada zaman purba. Manusia purba yang dimaksud adalah Pithecanthropus Javanicus, kemudian Meganthropus erectus, dan lain-lain. Tidak hanya itu saja, Museum Sangiran juga memberikan informasi kepada siswa kelas 10 bagaimana proses perubahan manusia yang dikemukakan oleh para ahli dan yang paling terkenal adalah proses perubahan manusia yang dikemukakan oleh Charles Darwin.

          Sebelum berangkat menuju pusat oleh-oleh khas Surakarta, siswa kelas 10 melakukan ganti pakaian yang bermula seragam batik SMA Negeri 2 Magelang dan berubah menggunakan kaos yang diberikan oleh pihak sekolah. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuuju pusat oleh-oleh khas Surakarta. Tempat pusat oleh-oleh khas Surakarta bernama Javenir. Disana terdapat kaos bergambar wayang, ikon Surakarta, dan lain-lain, kemudian makanan khas Surakarta serta mainan tradisional yang terbuat dari kayu. Siswa kelas 10 berbelanja untuk oleh-oleh keluarga dan kerabat yang berada di rumah. Setelah itu, siswa kelas 10 melakukan perjalanan balik menuju SMA Negeri 2 Magelang karena sudah malam banyak siswa yang tertidur dalam perjalanan balik menuju SMA Negeri 2 Magelang. Dan akhirnya perjalanan balik diberikan kelancaran tanpa ada halangan apapun.

Senin, 23 Maret 2015

Fakta Tentang Viny JKT48
1. Kalau ada yang pertama kali baca namaku pasti selalu salah baca “Vienny”. Hey, it’s Viny not Vi-e-ni :p
2. Karena itu juga waktu SD di kertas ulangan selalu nulis Ratu Viny instead of Ratu Vienny. Trus kena omel guru mulu karena gak boleh hahaha
3. I do love movies, tapi paling males nonton film adaptasi dari novel except Harry Potter. Selesai nonton selalu disertai kalimat, “Bagusan novelnya.”
4. Aku suka TV series! NCIS, Criminal Minds, Law & Order : SVU, Bones, Castle, etc
5. Selalu lebih suka Friends ketimbang How I Met Your Mother. Who’s with me?
6. Punya weker tubuh. Biasanya kebangun 15-10 menit sebelum alarm HP bunyi.
7. Sering kejadian gini… mikirin suatu barang seharian = barangnya mau hilang hahaha
8. Suka banget mengamati orang lewat dari tempat aku duduk/berdiri.
9. My blood type is A. Tapi itu juga baru tahu waktu SMP kelas 1 waktu transfusi. Dulu sih tahu nya O haha
10. I’m a fast reader, dan suka banget baca buku berulang-ulang.
11. Jarang flu, tapi sekalinya flu serem banget jangan dekat-dekat hahaha. Temenannya sama sariawan. Ada mulu.
12. Sebelum di JKT48, jam 8 udah tidur hahaha
13. Tidak suka menunggu jadi berusaha tidak membuat orang lain menunggu.
14. I hate being late, bisa merubahku jadi super-panic-person.
15. Suka lihat tetesan hujan yang mengembun di jendela :)
16. I don’t really like sweet things. Kecuali kalau lagi badmood. Yay.
17. Lebih nyaman di tempat redup ketimbang penuh cahaya matahari. Kalau ketemu matahari mataku biasanya langsung meneteskan air mata *?* and i hate it T_T
18. Kadang merasa gak nyaman kalau di tanya-tanya. Yah, tapi sampai sekarang belum ada alat pembaca pikiran sih xD
19. Kalau kata Lidya aku itu bukan cengeng tapi sentimental :p
20. Selalu suka perasaan saat berjalan dibawah pohon yang rindang… sendirian

Jumat, 13 Maret 2015

Supratman : Si Pencuri Jemuran

          Di Desa Banyuurip ada seorang anak yang selalu membuat masalah. Anak itu merupakan anak dari pasangan Susilo Hadi dan Dinda Hayuningtyas. Anak itu bernama Supratman. Seluruh Desa Banyuurip mengenal dengan yang namanya Supratman.

           Padahal orang tua dari Supratman adalah seorang Ustadz dan Ustadzah. Pada saat bermain maupun jalan-jalan, ia selalu membuat ulah. Orang tuanya pun sudah banyak menasihati Supratman agar tidak melakukan ulah di mana pun ia berada akan tetapi nasihat yang dibicarakan oleh orang tuanya tidak pernah ia tanggapi.
  
         Ulahnya selalu membuat para warga Desa Banyuurip enek dan mengelus dada, serta ulahnya pun membuat para warga Desa Banyuurip ingin menamparnya. Kemudian Supratman mempunyai ide untuk mengambil jemuran tetangganya. Kejadian itu ia ambil pada waktu siang hari agar tidak ketahuan oleh pemiliknya karena siang hari merupakan waktu yang pas dan para warga sedang tidur siang. Untuk melakukan ini ia harus melakukan langkah-langkah. Yang pertama, ia menggunakan jaket, masker, kacamata hitam agar tidak dikenali oleh banyak orang. Yang kedua, ia harus melihat kondisi yang di sekitarnya. Yang ketiga, ia harus berjalan dengan tenang apabila berjalan tidak tenang maka akan terlihat aneh. Yang keempat, ambil jemuran tersebut dengan cepat kemudian larilah dengan cepat.

           Pada saat itu, ia terus melakukan kegiatan tersebut. Kemudian pada suatu hari saat bakda zuhur ia melakukan kegiatan tersebut akan tetapi ia ketahuan salah satu warga Banyuurip. Dia melihat ada seorang yang aneh karena pada saat siang hari memakai jaket, masker, dan kacamata hitam, serta pergi ke rumah warga. Kemudian salah satu warga Banyuurip tersebut lari menemui si orang aneh itu yang mengambil jemuran. “Kamu siapa?” tanyanya, si orang aneh itu atau si Supratman menjawab “Aku bukan siapa-siap!”

           Salah satu warga Banyuurip itu pun kemudian membuka masker dan kacamat hitam orang aneh tersebut dengan paksa. Dan ternyata ia si Supratman anak dari pasangan Susilo Hadi dan Dinda Hayuningtyas. Kemudian dia membawa SUpratman ke kantor Kepala Desa. Salah satu warga yang mengetahui identitas orang aneh tersebut menyerukan bahwa ada maling di desa kita. Seluruh warga Desa Banyuurip mendengar seruan yang diserukan oleh salah satu warganya. Kemudian saat di kantor Kepala Desa semua warga berkumpul dan geger mengetahu pelaku yang mengambil jemurannya.”Oh ternyata si Supratman” ujar warga Desa Banyuurip. Orang tuanya pun menangis melihat kejadian ini kemudian si Supratman meminta maaf kepada orang tuanya dan seluruh warga Desa Banyuurip.

Getuk Goreng Sokaraja Banyumas

   Bagi Anda yang suka travelling, Anda pasti mengenal Banyumas. Banyumas adalah sebuah kota di Jawa Tengah yang berada di lereng Gunung Slamet. Jika Anda mampir di Banyumas, Anda tentu akan menyempatkan diri untuk mencicipi kuliner di daerah ini. Apa itu ? Makanan khas Banyumas itu adalah getuk goring. Rasanya manis, gurih, dan membangkitkan selera.
       

           Anda tahu cara membuat getuk goreng ? Anda tidak perlu khawatir karena Yu Munarifah akan berbagi rahasia tentang cara pembuatan getuk goreng asli Sokaraja, Banyumas yang telah dikenal banyak orang. Berikut bahan-bahan yang digunakan dan cara pembuatan getuk goreng.
  
          Bahan utama dalam membuat getuk goreng asli Sokaraja, Banyumas adalah singkong. Singkong harus yang kualitas baik karena dapat pengaruh cita rasa getuk goreng itu sendiri. Singkong kira-kira 1 kilogram dan jangan lupa singkong dibersihkan terlebih dahulu. Kemudian bahan yang harus digunakan adalah gula merah atau gula jawa dan tepung beras sebanyak 75 gram. Bahan selanjutnya, yaitu tepung terigu dan minyak goreng. Tepung terigu dipersiapkan sebanyak 1 sdm atau 1 sendok makan, kemudian minyak goreng yang digunakan harus yang kualitas bagus karena dapat berpengaruh pada rasa getuk goreng itu. Bahan terakhir yang digunakan dalam pembuatan getuk goreng adalah garam. Garam yang dipersiapkan secukupnya saja.
  
          Apabila bahan-bahan sudah disiapkan semuanya, marilah kita membuat getuk goreng asli Sokaraja, Banyumas. Pertama-tama kupas singkong terlebih dahulu, kemudian buang sabutnya. Setelah itu potong singkong dan direbus hingga matang. Sambil menunggu, irislah secara halus gula jawa dan tambahkan sedikit air kemudian rebus gula sampai melumat dan tercampur dengan air. Selanjutnya, lumatkan singkong dan tambahkan gula secara bertahap sampai tercampur rata untuk membuat getuk. Lalu, letakkan getuk singkong diatas nampan kemudian ratakan dengan tebal 2 cm lalu potong kotak 5x4 cm. Kemudian campurkan tepung terigu, tepung beras, garam, serta air secukupnya sampai jadi adonan yang cukup kental. Setelah itu panaskan minyak goreng kemudian ambil getuk lalu celupkan getuk ke dalam adonan. Langkah selanjutnya goreng getuk sampai warnanya ke kuning-kuningan. Apabila sudah ke kuning-kuningan angkat dan tiris getuk. Akhirnya getuk goreng Sokaraja siap dinikmati.