Senin, 06 April 2015

Chairil Anwar Dan Hasil Karyanya
  A.   Chairil Anwar
1.     Profil
Chairil Anwar lahir pada tanggal 26 Juli 1922 di Medan, Sumatra Utara. Beliau merupakan anak tunggal dari pasangan Toeloes dan Soleha. Kedua orang tuanya berasal dari Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Chairil dibesarkan di Medan sebelum pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) oleh ibunya pada tahun 1940.
Chairil bersekolah di Hollandsch-Inlandsche School (HIS). Kemudian ia melanjutkan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), tetapi tidak sampai tamat. Chairil menguasai bahasa asing, yaitu bahasa Inggris, bahasa Belanda, dan bahasa Jerman.
Chairil mulai mengenal dunia sastra pada usia 19 tahun, namun namanya mulai dikenal ketika tulisannya dimuat di Majalah Nisan pada tahun 1942. Ia menjadi seorang penyair atau sastrawan. Ia juga pernah menjadi seorang penyair radio Jepang di Jakarta saat masa pendudukan Jepang. Chairil kemudian wafat pada tanggal 28 April 1949 saat ia berusia 26 tahun.
2.     Hasil Karya
Hasil karya Chairil Anwar mempunyai koleksi puisi diantaranya berjudul “Deru Campur Debu”, “Kerikil-kerikil Tajam dan yang Putus”, dan “Tigas Menguk Takdir”.
  B.   Puisi
1.     Definisi
Puisi adalah karangan yang terikat pada bait, baris, suku kata, rima, dan irama.
2.     Unsur-unsur Pembentuk Puisi
a. Diksi  :  merupakan pemilihan kata untuk mengungkapkan gagasan.
b. Bunyi : dalam puisi bunyi bersifat estetik untuk mendapat keindahan dan tenaga ekspresif.
c.    Rima   : persamaan bunyi baik diawal larik atau diakhir larik.
d.    Irama  : panduan bunyi yang menimbulkan efek musikalitas.
e. Ragam Bunyi :  meliputi bunyi eufoni, kokofoni, dan onomotope.
f.    Bahasa Puisi : merupakan sarana ekspresi dalam penulisan puisi.
g. Tipografi     : merupakan pembeda yang paling awal dapat dilihat dalam membedakan puisi dengan prosa fiksi dan drama.
h.  Isi Puisi  :   mencakup tema, perasaan penyair, nada, dan amanat.
i.       Imaji dan Simbol :  menggunakan kata-kata yang bermakna.
3.     Jenis-jenis Puisi
Puisi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu puisi lama dan puisi baru. Puisi lama terdiri dari mantra, pantun, karmina, seloka, gurindam, syair, dan talibun. Sedangkan puisi baru terdiri dari balada, himne, ode, epigram, romance, elegi, dan sabire.
4.     Memaknai Puisi “Aku”
Puisi yang berjudul “Aku” karya Chairil Anwar menggambarkan semangat perjuangan untuk membebaskan diri dari penjajahan. Ada pesan dari Chairil Anwar dalam puisi tersebut, bahwa manusia itu adalah makhluk yang tak pernah lepas dari kesalahan. Oleh karena itu, jangan memandang seseorang baik-buruknya saja.
Pada puisi tersebut Chairil Anwar menginginkan kebebasan dari semua ikatan. Beliau ingin selalu dapat berkreasi. Adapun amanat dari puisi “Aku” seperti manusia harus tegak, kokoh terus berjuang, pantang mundur meskipun rintangan menghadang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar