Catatan Perjalanan
Kamis
(26/3) SMA Negeri 2 Magelang mengadakan acara bagi siswa kelas 10. Acara
tersebut yaitu Pelajaran Luar Sekolah atau disingkat PLS. Satu hari sebelum PLS
dimulai, para siswa diberikan instruksi dari Kepala Sekolah atau Bapak M. Arief
Fauzan kemudian dilanjutkan oleh Bapak Pridjaji.
Didalam
intruksi tersebut terdapat peraturan-peraturan yang harus dijalani oleh siswa
kelas 10 kemudian seragam yang harus digunakan serta sepatu yang harus dipakai.
Tidak hanya itu, siswa kelas 10 diberitahukan agar besuk berangkat pagi karena
acara dimulai pada jam 06.30 WIB. Setelah semuanya diinstruksikan kepada siswa
kelas 10, siswa kelas 10 kemudian dipersilahkan untuk pulang agar menyiapkan
yang harus dibawa saat PLS.
Pagi
harinya, siswa kelas 10 sudah bersiap-siap untuk melaksanakan “Pelajaran Luar
Sekolah atau PLS”. Keberangkatan tidak sesuai dengan yang diinstruksikan
kemaren dan baru jam 07.00 WIB berangkat dari Kota Magelang menuju Surakarta.
Perjalanan menuju Surakarta membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam (apabila jalan
tidak macet). Selama perjalanan banyak siswa yang bernyanyi, berfoto-foto
didalam bis, bercanda, dan lain-lain. Ditengah perjalanan semua bis berhenti di
sebuah POM Bensin, berhenti disitu dimaksudkan apa ada siswa yang ingin buang
air kecil tidak. Semua pada mengantri untuk bergantian keluar masuk kamar mandi
atau WC. Setelah semua sudah lengkap, perjalanan menuju Surakarta pun
dilanjutkan.
Lokasi
pertama yang dikunjungi adalah sebuah perusahaan tekstile yang namanya sudah terkenal
baik local maupun internasional. Perusahaan tekstile tersebut adalah PT. Sri
Rejeki Isman, Tbk akan tetapi orang-orang biasa menyebut PT. Sritex. Perusahaan
ini menghasilkan beragam bentuk seragam militer baik lokal maupun
internasional, kemudian tas dan topi yang bercorak militer, dan lain-lainnya.
Perusahaan ini sudah lama berdiri dan bermula dari toko tekstile sederhana yang
berada di Pasar Klewer, Surakarta. Pendiri dari Perusahaan PT. Sri Rejeki
Isman, Tbk adalah Alm. H.M. Lukminto. Karyawan yang bekerja di perusahaan ini
sekitar 25.000 orang dan luas perusahaan ini yaitu 130 hektare yang telah
disetujui oleh Presiden ke-6 Republik Indonesia, Bapak H. Susilo Bambang
Yudhoyono.
Sebelum
melanjutkan perjalanan menuju lokasi kedua, siswa kelas 10 melakukan istirahat
sejenak di Rumah Makan Tamansari yang berada di Sukoharjo. Di Rumah Makan Tamansari, siswa kelas 10
melakukan makan siang dan ibadah salat (bagi siswa Muslim). Jika semua sudah,
perjalanan pun berlanjut menuju lokasi kedua. Perjalanan menuju lokasi kedua
membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari tempat peristirahatan atau dari Rumah
Makan Tamansari.
Lokasi
kedua yang dimaksud adalah Museum Sangiran. Museum Sangiran berisi kumpulan
benda yang terdapat pada waktu zaman purba dan Museum Sangiran juga mengkoleksi
manusia pada zaman purba. Manusia purba yang dimaksud adalah Pithecanthropus
Javanicus, kemudian Meganthropus erectus, dan lain-lain. Tidak hanya itu saja,
Museum Sangiran juga memberikan informasi kepada siswa kelas 10 bagaimana proses
perubahan manusia yang dikemukakan oleh para ahli dan yang paling terkenal
adalah proses perubahan manusia yang dikemukakan oleh Charles Darwin.
Sebelum
berangkat menuju pusat oleh-oleh khas Surakarta, siswa kelas 10 melakukan ganti
pakaian yang bermula seragam batik SMA Negeri 2 Magelang dan berubah
menggunakan kaos yang diberikan oleh pihak sekolah. Setelah itu, perjalanan
dilanjutkan menuuju pusat oleh-oleh khas Surakarta. Tempat pusat oleh-oleh khas
Surakarta bernama Javenir. Disana terdapat kaos bergambar wayang, ikon
Surakarta, dan lain-lain, kemudian makanan khas Surakarta serta mainan
tradisional yang terbuat dari kayu. Siswa kelas 10 berbelanja untuk oleh-oleh
keluarga dan kerabat yang berada di rumah. Setelah itu, siswa kelas 10 melakukan
perjalanan balik menuju SMA Negeri 2 Magelang karena sudah malam banyak siswa
yang tertidur dalam perjalanan balik menuju SMA Negeri 2 Magelang. Dan akhirnya perjalanan
balik diberikan kelancaran tanpa ada halangan apapun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar