Senin, 23 Maret 2015

Fakta Tentang Viny JKT48
1. Kalau ada yang pertama kali baca namaku pasti selalu salah baca “Vienny”. Hey, it’s Viny not Vi-e-ni :p
2. Karena itu juga waktu SD di kertas ulangan selalu nulis Ratu Viny instead of Ratu Vienny. Trus kena omel guru mulu karena gak boleh hahaha
3. I do love movies, tapi paling males nonton film adaptasi dari novel except Harry Potter. Selesai nonton selalu disertai kalimat, “Bagusan novelnya.”
4. Aku suka TV series! NCIS, Criminal Minds, Law & Order : SVU, Bones, Castle, etc
5. Selalu lebih suka Friends ketimbang How I Met Your Mother. Who’s with me?
6. Punya weker tubuh. Biasanya kebangun 15-10 menit sebelum alarm HP bunyi.
7. Sering kejadian gini… mikirin suatu barang seharian = barangnya mau hilang hahaha
8. Suka banget mengamati orang lewat dari tempat aku duduk/berdiri.
9. My blood type is A. Tapi itu juga baru tahu waktu SMP kelas 1 waktu transfusi. Dulu sih tahu nya O haha
10. I’m a fast reader, dan suka banget baca buku berulang-ulang.
11. Jarang flu, tapi sekalinya flu serem banget jangan dekat-dekat hahaha. Temenannya sama sariawan. Ada mulu.
12. Sebelum di JKT48, jam 8 udah tidur hahaha
13. Tidak suka menunggu jadi berusaha tidak membuat orang lain menunggu.
14. I hate being late, bisa merubahku jadi super-panic-person.
15. Suka lihat tetesan hujan yang mengembun di jendela :)
16. I don’t really like sweet things. Kecuali kalau lagi badmood. Yay.
17. Lebih nyaman di tempat redup ketimbang penuh cahaya matahari. Kalau ketemu matahari mataku biasanya langsung meneteskan air mata *?* and i hate it T_T
18. Kadang merasa gak nyaman kalau di tanya-tanya. Yah, tapi sampai sekarang belum ada alat pembaca pikiran sih xD
19. Kalau kata Lidya aku itu bukan cengeng tapi sentimental :p
20. Selalu suka perasaan saat berjalan dibawah pohon yang rindang… sendirian

Jumat, 13 Maret 2015

Supratman : Si Pencuri Jemuran

          Di Desa Banyuurip ada seorang anak yang selalu membuat masalah. Anak itu merupakan anak dari pasangan Susilo Hadi dan Dinda Hayuningtyas. Anak itu bernama Supratman. Seluruh Desa Banyuurip mengenal dengan yang namanya Supratman.

           Padahal orang tua dari Supratman adalah seorang Ustadz dan Ustadzah. Pada saat bermain maupun jalan-jalan, ia selalu membuat ulah. Orang tuanya pun sudah banyak menasihati Supratman agar tidak melakukan ulah di mana pun ia berada akan tetapi nasihat yang dibicarakan oleh orang tuanya tidak pernah ia tanggapi.
  
         Ulahnya selalu membuat para warga Desa Banyuurip enek dan mengelus dada, serta ulahnya pun membuat para warga Desa Banyuurip ingin menamparnya. Kemudian Supratman mempunyai ide untuk mengambil jemuran tetangganya. Kejadian itu ia ambil pada waktu siang hari agar tidak ketahuan oleh pemiliknya karena siang hari merupakan waktu yang pas dan para warga sedang tidur siang. Untuk melakukan ini ia harus melakukan langkah-langkah. Yang pertama, ia menggunakan jaket, masker, kacamata hitam agar tidak dikenali oleh banyak orang. Yang kedua, ia harus melihat kondisi yang di sekitarnya. Yang ketiga, ia harus berjalan dengan tenang apabila berjalan tidak tenang maka akan terlihat aneh. Yang keempat, ambil jemuran tersebut dengan cepat kemudian larilah dengan cepat.

           Pada saat itu, ia terus melakukan kegiatan tersebut. Kemudian pada suatu hari saat bakda zuhur ia melakukan kegiatan tersebut akan tetapi ia ketahuan salah satu warga Banyuurip. Dia melihat ada seorang yang aneh karena pada saat siang hari memakai jaket, masker, dan kacamata hitam, serta pergi ke rumah warga. Kemudian salah satu warga Banyuurip tersebut lari menemui si orang aneh itu yang mengambil jemuran. “Kamu siapa?” tanyanya, si orang aneh itu atau si Supratman menjawab “Aku bukan siapa-siap!”

           Salah satu warga Banyuurip itu pun kemudian membuka masker dan kacamat hitam orang aneh tersebut dengan paksa. Dan ternyata ia si Supratman anak dari pasangan Susilo Hadi dan Dinda Hayuningtyas. Kemudian dia membawa SUpratman ke kantor Kepala Desa. Salah satu warga yang mengetahui identitas orang aneh tersebut menyerukan bahwa ada maling di desa kita. Seluruh warga Desa Banyuurip mendengar seruan yang diserukan oleh salah satu warganya. Kemudian saat di kantor Kepala Desa semua warga berkumpul dan geger mengetahu pelaku yang mengambil jemurannya.”Oh ternyata si Supratman” ujar warga Desa Banyuurip. Orang tuanya pun menangis melihat kejadian ini kemudian si Supratman meminta maaf kepada orang tuanya dan seluruh warga Desa Banyuurip.

Getuk Goreng Sokaraja Banyumas

   Bagi Anda yang suka travelling, Anda pasti mengenal Banyumas. Banyumas adalah sebuah kota di Jawa Tengah yang berada di lereng Gunung Slamet. Jika Anda mampir di Banyumas, Anda tentu akan menyempatkan diri untuk mencicipi kuliner di daerah ini. Apa itu ? Makanan khas Banyumas itu adalah getuk goring. Rasanya manis, gurih, dan membangkitkan selera.
       

           Anda tahu cara membuat getuk goreng ? Anda tidak perlu khawatir karena Yu Munarifah akan berbagi rahasia tentang cara pembuatan getuk goreng asli Sokaraja, Banyumas yang telah dikenal banyak orang. Berikut bahan-bahan yang digunakan dan cara pembuatan getuk goreng.
  
          Bahan utama dalam membuat getuk goreng asli Sokaraja, Banyumas adalah singkong. Singkong harus yang kualitas baik karena dapat pengaruh cita rasa getuk goreng itu sendiri. Singkong kira-kira 1 kilogram dan jangan lupa singkong dibersihkan terlebih dahulu. Kemudian bahan yang harus digunakan adalah gula merah atau gula jawa dan tepung beras sebanyak 75 gram. Bahan selanjutnya, yaitu tepung terigu dan minyak goreng. Tepung terigu dipersiapkan sebanyak 1 sdm atau 1 sendok makan, kemudian minyak goreng yang digunakan harus yang kualitas bagus karena dapat berpengaruh pada rasa getuk goreng itu. Bahan terakhir yang digunakan dalam pembuatan getuk goreng adalah garam. Garam yang dipersiapkan secukupnya saja.
  
          Apabila bahan-bahan sudah disiapkan semuanya, marilah kita membuat getuk goreng asli Sokaraja, Banyumas. Pertama-tama kupas singkong terlebih dahulu, kemudian buang sabutnya. Setelah itu potong singkong dan direbus hingga matang. Sambil menunggu, irislah secara halus gula jawa dan tambahkan sedikit air kemudian rebus gula sampai melumat dan tercampur dengan air. Selanjutnya, lumatkan singkong dan tambahkan gula secara bertahap sampai tercampur rata untuk membuat getuk. Lalu, letakkan getuk singkong diatas nampan kemudian ratakan dengan tebal 2 cm lalu potong kotak 5x4 cm. Kemudian campurkan tepung terigu, tepung beras, garam, serta air secukupnya sampai jadi adonan yang cukup kental. Setelah itu panaskan minyak goreng kemudian ambil getuk lalu celupkan getuk ke dalam adonan. Langkah selanjutnya goreng getuk sampai warnanya ke kuning-kuningan. Apabila sudah ke kuning-kuningan angkat dan tiris getuk. Akhirnya getuk goreng Sokaraja siap dinikmati.