Supratman
: Si Pencuri Jemuran
Di Desa Banyuurip ada seorang anak yang selalu membuat masalah. Anak itu
merupakan anak dari pasangan Susilo Hadi dan Dinda Hayuningtyas. Anak itu
bernama Supratman. Seluruh Desa Banyuurip mengenal dengan yang namanya
Supratman.
Padahal orang tua dari Supratman adalah seorang Ustadz dan Ustadzah. Pada saat
bermain maupun jalan-jalan, ia selalu membuat ulah. Orang tuanya pun sudah
banyak menasihati Supratman agar tidak melakukan ulah di mana pun ia berada
akan tetapi nasihat yang dibicarakan oleh orang tuanya tidak pernah ia
tanggapi.
Ulahnya selalu membuat para warga Desa Banyuurip enek dan mengelus dada, serta
ulahnya pun membuat para warga Desa Banyuurip ingin menamparnya. Kemudian
Supratman mempunyai ide untuk mengambil jemuran tetangganya. Kejadian itu ia
ambil pada waktu siang hari agar tidak ketahuan oleh pemiliknya karena siang
hari merupakan waktu yang pas dan para warga sedang tidur siang. Untuk
melakukan ini ia harus melakukan langkah-langkah. Yang pertama, ia menggunakan
jaket, masker, kacamata hitam agar tidak dikenali oleh banyak orang. Yang
kedua, ia harus melihat kondisi yang di sekitarnya. Yang ketiga, ia harus
berjalan dengan tenang apabila berjalan tidak tenang maka akan terlihat aneh.
Yang keempat, ambil jemuran tersebut dengan cepat kemudian larilah dengan
cepat.
Pada saat itu, ia terus melakukan kegiatan tersebut. Kemudian pada suatu hari
saat bakda zuhur ia melakukan kegiatan tersebut akan tetapi ia ketahuan salah
satu warga Banyuurip. Dia melihat ada seorang yang aneh karena pada saat siang
hari memakai jaket, masker, dan kacamata hitam, serta pergi ke rumah warga.
Kemudian salah satu warga Banyuurip tersebut lari menemui si orang aneh itu
yang mengambil jemuran. “Kamu siapa?” tanyanya, si orang aneh itu atau si
Supratman menjawab “Aku bukan siapa-siap!”
Salah satu warga Banyuurip itu pun kemudian membuka masker dan kacamat hitam
orang aneh tersebut dengan paksa. Dan ternyata ia si Supratman anak dari
pasangan Susilo Hadi dan Dinda Hayuningtyas. Kemudian dia membawa SUpratman ke
kantor Kepala Desa. Salah satu warga yang mengetahui identitas orang aneh
tersebut menyerukan bahwa ada maling di desa kita. Seluruh warga Desa Banyuurip
mendengar seruan yang diserukan oleh salah satu warganya. Kemudian saat di
kantor Kepala Desa semua warga berkumpul dan geger mengetahu pelaku yang
mengambil jemurannya.”Oh ternyata si Supratman” ujar warga Desa Banyuurip.
Orang tuanya pun menangis melihat kejadian ini kemudian si Supratman meminta
maaf kepada orang tuanya dan seluruh warga Desa Banyuurip.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar