Jumat, 13 Maret 2015

Supratman : Si Pencuri Jemuran

          Di Desa Banyuurip ada seorang anak yang selalu membuat masalah. Anak itu merupakan anak dari pasangan Susilo Hadi dan Dinda Hayuningtyas. Anak itu bernama Supratman. Seluruh Desa Banyuurip mengenal dengan yang namanya Supratman.

           Padahal orang tua dari Supratman adalah seorang Ustadz dan Ustadzah. Pada saat bermain maupun jalan-jalan, ia selalu membuat ulah. Orang tuanya pun sudah banyak menasihati Supratman agar tidak melakukan ulah di mana pun ia berada akan tetapi nasihat yang dibicarakan oleh orang tuanya tidak pernah ia tanggapi.
  
         Ulahnya selalu membuat para warga Desa Banyuurip enek dan mengelus dada, serta ulahnya pun membuat para warga Desa Banyuurip ingin menamparnya. Kemudian Supratman mempunyai ide untuk mengambil jemuran tetangganya. Kejadian itu ia ambil pada waktu siang hari agar tidak ketahuan oleh pemiliknya karena siang hari merupakan waktu yang pas dan para warga sedang tidur siang. Untuk melakukan ini ia harus melakukan langkah-langkah. Yang pertama, ia menggunakan jaket, masker, kacamata hitam agar tidak dikenali oleh banyak orang. Yang kedua, ia harus melihat kondisi yang di sekitarnya. Yang ketiga, ia harus berjalan dengan tenang apabila berjalan tidak tenang maka akan terlihat aneh. Yang keempat, ambil jemuran tersebut dengan cepat kemudian larilah dengan cepat.

           Pada saat itu, ia terus melakukan kegiatan tersebut. Kemudian pada suatu hari saat bakda zuhur ia melakukan kegiatan tersebut akan tetapi ia ketahuan salah satu warga Banyuurip. Dia melihat ada seorang yang aneh karena pada saat siang hari memakai jaket, masker, dan kacamata hitam, serta pergi ke rumah warga. Kemudian salah satu warga Banyuurip tersebut lari menemui si orang aneh itu yang mengambil jemuran. “Kamu siapa?” tanyanya, si orang aneh itu atau si Supratman menjawab “Aku bukan siapa-siap!”

           Salah satu warga Banyuurip itu pun kemudian membuka masker dan kacamat hitam orang aneh tersebut dengan paksa. Dan ternyata ia si Supratman anak dari pasangan Susilo Hadi dan Dinda Hayuningtyas. Kemudian dia membawa SUpratman ke kantor Kepala Desa. Salah satu warga yang mengetahui identitas orang aneh tersebut menyerukan bahwa ada maling di desa kita. Seluruh warga Desa Banyuurip mendengar seruan yang diserukan oleh salah satu warganya. Kemudian saat di kantor Kepala Desa semua warga berkumpul dan geger mengetahu pelaku yang mengambil jemurannya.”Oh ternyata si Supratman” ujar warga Desa Banyuurip. Orang tuanya pun menangis melihat kejadian ini kemudian si Supratman meminta maaf kepada orang tuanya dan seluruh warga Desa Banyuurip.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar