Sabtu, 13 Desember 2014

Teks Pidato
Assalamualaikum wr.wb.

         Yang terhormat Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Magelang, semua guru dan staf karyawan SMA Negeri 2 Magelang, serta teman-teman dari kelas X sampai XII
  
        Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan nikmatnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini. Pada saat ini, saya akan memberikan suatu cara agar para siswa mempersiapkan diri untuk menghadapi sebuah tes tertulis.
   
       Setiap sekolah di Indonesia mempunyai cara untuk mengetahui daya ingat mata pelajaran setiap siswa. Dalam waktu dekat ini para siswa akan berhadapan dengan sebuah tes tertulis. Tes tertulis tersebut dinamakan ulangan akhir semester (UAS). UAS adalah sebuah tes tertulis yang menentukan naik kelas atau tinggal kelas seorang siswa. UAS sudah menjadi rutinitas bagi seorang siswa. UAS biasa dilaksanakan pada akhir Semester. Dalam menghadapi UAS, kita perlu beberapa persiapan yang matang. Berikut ini merupakan beberapa alasan mengapa kita perlu persiapan dalam menghadapi UAS.

Pertama, modal melanjutkan ke universitas. Dengan persiapan yang matang dan serius, kita optimistis akan mendapatkan nilai yang baik. Nilai baik ini kelak akan sangat berpengaruh dalam melanjutkan ke universitas. Dengan nilai yang baik, kita dapat melanjutkan ke universitas dengan mudah tanpa harus melalui tes.

Kedua, membuat bangga orang tua. Dengan belajar sungguh-sungguh, kita akan mudah dalam mengisi jawaban saat UAS. Kemudian dari hasil tersebut kita mendapatkan nilai yang baik. Orang tua akan bangga apabila kita mendapatkan nilai yang baik. Sebaliknya, orang tua akan merasa menderita apabila jerih payahnya selama ini tidak kita hargai selayaknya. Cara menghargainya ya dengan mempersembahkan nilai yang terbaik bagi orang tua kita.

Terkhir, lancar dalam mengerjakan soal-soal. Seorang siswa yang mempersiapkan diri 2 minggu sebelum pelaksanaan UAS akan merasa lebih mudah dan tidak ada rasa “tidak bisa” dalam mengerjakan. Namun, jika seorang siswa tidak mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan UAS, ia akan kesusahan dalam mengerjakan soal. Hal itu karena materi yang harus dipelajari cukup banyak. Ditambah lagi jumlah pelajaran yang diteskan juga tidak sedikit. Jadi, tanpa persiapan yang baik mustahil patas dalam mengerjakan soal.

Jadi, mempersiapkan diri saat menghadapi UAS itu sangat penting untuk seorang siswa. Dengan itu, seorang siswa akan mendapat banyak keuntungan.

Tidak banyak yang saya katakan hari ini, hanya beberapa bait kata di atas yang dapat saya sampaikan kepada kalian pada kesempatan kali ini. Terima kasih atas perhatiannya dan saya minta maaf apabila ada tutur kata tidak berkenan di hati kalian, akhir kata saya ucapkan.
Wassalamualaikum wr.wb.



Jumat, 28 November 2014


Perlunya Mempersiapkan Diri Menghadapi UAS
(oleh Rekzy Farras N.D. X MIA 2/18)

Setiap sekolah di Indonesia mempunyai cara untuk mengetahui daya ingat mata pelajaran setiap siswa. Dalam waktu dekat ini para siswa akan berhadapan dengan sebuah tes tertulis.
          Tes tertulis tersebut dinamakan ulangan akhir semester (UAS). UAS adalah sebuah tes tertulis yang menentukan naik kelas atau tinggal kelas seorang siswa. UAS sudah menjadi rutinitas bagi seorang siswa. UAS biasa dilaksanakan pada akhir Semester. Dalam menghadapi UAS, kita perlu beberapa persiapan yang matang.
          Berikut ini merupakan beberapa alasan mengapa kita perlu persiapan dalam menghadapi UAS.
Pertama, modal melanjutkan ke universitas.Dengan persiapan yang matang dan serius, kita optimistis akan mendapatkan nilai yang baik. Nilai baik ini kelak akan sangat berpengaruh dalam melanjutkan ke universitas. Dengan nilai yang baik, kita dapat melanjutkan ke universitas dengan mudah tanpa harus melalui tes.
Kedua, membuat bangga orang tua. Dengan belajar sungguh-sungguh, kita akan mudah dalam mengisi jawaban saat UAS. Kemudian dari hasil tersebut kita mendapatkan nilai yang baik. Orang tua akan bangga apabila kita mendapatkan nilai yang baik.Sebaliknya, orang tua akan merasa menderita apabila jerih payahnya selama ini tidak kita hargai selayaknya. Cara menghargainya dengan mempersembahkan nilai yang terbaik bagi orang tua kita.
Terakhir, lancar dalam mengerjakan soal-soal. Seorang siswa yang mempersiapkan diri 2 minggu sebelum pelaksanaan UAS akan merasa lebih mudah dan tidak ada rasa “tidak bisa” dalam mengerjakan. Namun, jika seorang siswa tidak mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan UAS, akan kesusahan dalam mengerjakan soal. Hal itu karena materi yang harus dipelajari cukup banyak. Ditambah lagi jumlah pelajaran yang diteskan juga tidak sedikit. Jadi, tanpa persiapan yang baik mustahil patas dalam mengerjakan soal.
Jadi, mempersiapkan diri saat menghadapi UAS itu sangat penting untuk seorang siswa. Dengan itu, seorang siswa akan mendapat banyak keuntungan. 


Senin, 27 Oktober 2014

DATA KELAS X MIA 2
SMA NEGERI 2 MAGELANG

                Data kelas X MIA 2 dapat dikelompokkan atas persamaan dan perbedaan. Dengan melakukan pengelompokkan, data tersebut lebih mudah untuk diperlajari.

            Semua data di kelas X MIA 2 dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yaitu meliputi pekerjaan orang tua, organisasi dan ekstrakurikuler yang diikuti, hobi dan cita-cita yang dimiliki, dan alamat rumah beserta bulan dan tahun kelahiran. Setiap siswa kelas X MIA 2 memiliki hobi dan cita-cita yang berbeda, ada pula yang sama. Hobi di kelas X MIA 2 dapat dibedakan menjadi 7, yaitu olahraga, musik, travelling, masak, membaca, menari dan bermain game. Di kelas X MIA 2 yang memiliki hobi olahraga terdapat 10 orang siswa, kemudian yang memiliki hobi musik sebanyak 8 orang siswa. Hobi menari dan membaca terdapat 1 orang siswa, hobi bermain game sebanyak 3 orang siswa, hobi masak terdapat 2 orang siswa, dan hobi travelling hanya 1 orang siswa. Cita-cita dapat dikelompokkan menjadi 7, yaitu guru, akuntan, dokter, pengusaha, menteri, pilot, dan dosen. Guru terdapat 2 orang siswa, dokter terdapat 4 orang siswa, akuntan terdapat 4 orang siswa, pengusaha terdapat 7 orang siswa, dosen terdapat 5 orang siswa, menteri dan pilot masing-masing terdapat 2 orang siswa.

            Setelah menganalisis data tentang hobi dan cita-cita, selanjutnya kita akan menganalisis organisasi dan ektrakurikuler yang diikuti siswa kelas X MIA 2. Organisasi di SMA Negeri 2 Magelang, yaitu OSIS, MPK, Bantara, dan Rohis. OSIS terdapat 2 orang siswa, MPK terdapat 1 orang siswa, Bantara terdapat 5 orang siswa, Rohis terdapat 4 orang siswa, dan 14 orang siswa yang lain tidak berorganisasi. Kemudian ekstrakurikuler dibagi menjadi 8,yaitu ekstrakurikuler musik, tari, dan PMR terdapat 4 orang siswa, ekstrakurikuler pecinta alam dan KIR IPA terdapat 2 orang siswa, ekstrakurikuler bahasa jepang terdapat 3 orang siswa, dan ekstrakurikuler basket dan padus masing-masing terdapat 1 orang siswa.


            Berikutnya adalah tentang pekerjaan orang tua. Pekerjaan orang tua dapat dibedakan menjadi 8, yaitu PNS terdapat 4 orang siswa, swasta terdapat 10 orang siswa, wiraswasta terdapat 5 orang siswa, buruh terdapat 4 orang siswa, TNI, petani, dan pensiunan hanya 1 orang siswa, dan Polri tidak ada. Selesai menganalisis data pekerjaan orang tua siswa kelas X MIA 2, selanjutnya menganalisis tentang alamat rumah dan kelahiran siswa kelas X MIA 2. Alamat rumah dibagi menjadi 3, yaitu kota, kabupaten, luar kota. Siswa kelas X MIA 2 yang alamatnya kota terdapat 10 orang siswa, kabupaten terdapa 15 orang siswa, dan luar kota hanya 1 orang siswa. Kemudian kelahiran dapat dibedakan menjadi 2, yaitu bulan kelahiran dan tahun kelahiran. Siswa kelas X MIA 2 yang lahir di bulan Januari terdapat 5 orang siswa, bulan Maret terdapat 4 orang siswa, bulan Mei terdapat 2 orang siswa, bulan Juni terdapat 3 orang siswa, bulan Februari, April, Juli, dan November hanya 1 orang siswa, bulan September dan Desember terdapat 4 orang siswa, dan bulan Agustus dan Oktober tidak ada. Siswa yang lahir tahun 1997 hanya 1 orang siswa, tahun 1998 terdapat 10 orang siswa, tahun 1999 terdapat 13 orang siswa, dan tahun 2000 terdapat 2 orang siswa.

Kamis, 28 Agustus 2014

Cara Keledai Membaca Buku
                Alkisah, Abdul menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Abdul memberi syarat, ajari terlebih dahulu keledai itu membaca. Dua minggu setelah sekarang, datanglah kembali kemari, dan kita lihat apa yang akan terjadi.
                Nasrudin berlalu, sambil menuntun keledai itu ia memikirkan apa yang akan diperbuat. Jika dapat mengajari keledai itu membaca, tentu ia akan menerima hadiah, namun jika tidak, hukuman pasti akan ditimpakan kepadanya.
                Dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Abdul menunjuk ke sebuah buku besar agar Nasrudin segera mempraktekkan apa yang telah ia lakukan. Nasrudin lalu menggiring keledainya mengahadap kea rah buku tersebut, dan membuka sampulnya.
                Si keledai menatap buku itu. Dan ajaib,tak lama kemudian Si keledai mulai membuka-buka buku itu dengan lidahnya. Terus-menerus, lembar demi lembar hingga halaman terakhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin seolah berkata ia telah membaca seluruh isi bukunya. Demikianlah, kata Nasrudin, keledaiku sudah membaca semua lembar bukunya. Abdul merasa ada yang tidak beres dan mulai menginterogasi, bagaimana caramu mengajari dia membaca ?
                Nasrudin berkisah, sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji itu, kalau tidak ditemukan biji gandumnya ia harus membalik halaman berikutnya. Dan itu ia lakukan terus sampai ia terlatih membalik-balik halaman buku itu.

                Tapi, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya ? ucap Abdul. Nasrudin menjawab, memang demikianlah cara keledai membaca, hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Jadi kalau kita juga membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, berarti kita sebodoh keledai, bukan ? kata Nasrudin dengan serius.  

Selasa, 05 Agustus 2014

Contoh Teks Anekdot tentang Lingkungan Sekolah

Suatu hari, diceritakan disebuah sekolah yang sangat terkenal dengan prestasinya namun tidak dibidang kebersihan dan lingkungan hidup. Saat itu di pintu gerbang sekolah... 
Fikar : “Eh Dil, menurutmu gimana sekolah kita ini kok kotor banget sih banyak sampahnya lagi. Hiiii.” (bergidik)
 
Adil    : “Iya Fik, mana sampahnya numpuk disudut sekolah, di laci meja. Kalau bisa mah aku panggil aja si Supermen, biar beralih profesi jadi tukang bersih-bersih haha.” (tertawa)
 
Fikar : “Haha kamu bisa saja, mana mungkin si Supermen mau jadi tukang bersih-bersih. Udah yuk masuk kelas, bel sudah berbunyi.”
 
Setelah melaksanakan pembelajaran, bel istirahat pun berbunyi. 
Fikar : “Lama-lama tiap kali menangani masalah sama sampah itu kok sulit banget. Apalagi banyak juga yang buang sampah sembarangan, tidak mau membedakan mana sampah daun, kertas, maupun plastik.” Adil    : “Kepala Sekolah juga sudah mencanangkan beberapa rencana namun tidak terealisasi juga.” 
Fikar : “Apa mungkin di ruang guru ada sampah juga??” 
Adil    : “Aku tidak tahu pasti.”
 
Yono : “Hai semua. Lagi bahas apa nih serius amat.” 
Fikar : “Ini lagi bahas masalah penanganan sampah disekolah kita.”
 
Adil    : “Iya soalnya kita juga memikirkan solusi permasalahan ini. Kalau dibiarin nantinya sekolah kita jadi gunung sampah dong.”
 
Yono : “Gimana kalau kita membentuk organisasi lingkungan hidup aja. Gimana??”
 
Fikar : “Nah aku setuju tuh. Dari mana dapat ide seperti itu??’
 
Yono : “Kebetulan aku punya temen, dia cerita sama aku kalau disekolahnya ada organisasi lingkungan hidup jadi sekolahnya selalu bersih dan indah. 
Adil    : “Ooohhh..... Kalau begitu kita usulkan ke Kepala Sekolah. Gimana teman-teman.”
 
Yono dan Fikar : “Setuju.” (berkata bersamaan)