Sabtu, 25 April 2015


Pada tanggal 15 April 1989, 24,000 pendukung Liverpool melakukan perjalanan untuk menyaksikan pertandingan tim kesayangan mereka. 
Secara keseluruhan mereka kemudian dikenal sebagai 'The 96'. Tetapi bagi keluarga dan teman yang mereka tinggalkan, mereka adalah ayah, anak, kakak, adik, saudara sepupu, bibi, paman dan kakek; juga kekasih, suami, pasangan hidup dan sahabat.
Seperti sebuah tulisan dari seorang istri dari salah satu suporter yang tidak pernah kembali, "Bagi dunia, suami saya adalah salah satu dari 'The 96', tetapi bagi saya dan anak-anak, dirinya akan selalu menjadi nomor satu." Surat itu dimuat di website resmi Liverpool FC, pada peringatan ke-20 dari tragedi tersebut.
Untuk kalian yang tidak mengetahui tentang mereka, para suporter yang meninggal di Hillsborough di hari itu mungkin hanyalah barisan nama yang terukir pada monumen peringatan Hillsborough (Hillsborough Memorial Marble). 
24,000 tiket, 23 gerbang putar, dua buah tribun penonton yang terlalu padat, 96 orang meninggal dan 766 orang luka-luka, angka-angka tersebut bahkan tidak dapat menggambarkan sebagian kecil dari tragedi yang telah membentuk Liverpool Football Club dan pendukungnya yang akan mengikuti tim ini selamanya.Mungkin angka yang paling signifikan dari keseluruhan tragedi ini adalah angka yang menunjukkan usia dari setiap korban yang tertera di monumen peringatan Hillsborough. Kejadian tragis pada tanggal 15 April 1989 dan suporter yang meninggal dunia di hari itu tidak akan pernah dilupakan.
·        

Senin, 06 April 2015

Chairil Anwar Dan Hasil Karyanya
  A.   Chairil Anwar
1.     Profil
Chairil Anwar lahir pada tanggal 26 Juli 1922 di Medan, Sumatra Utara. Beliau merupakan anak tunggal dari pasangan Toeloes dan Soleha. Kedua orang tuanya berasal dari Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Chairil dibesarkan di Medan sebelum pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) oleh ibunya pada tahun 1940.
Chairil bersekolah di Hollandsch-Inlandsche School (HIS). Kemudian ia melanjutkan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), tetapi tidak sampai tamat. Chairil menguasai bahasa asing, yaitu bahasa Inggris, bahasa Belanda, dan bahasa Jerman.
Chairil mulai mengenal dunia sastra pada usia 19 tahun, namun namanya mulai dikenal ketika tulisannya dimuat di Majalah Nisan pada tahun 1942. Ia menjadi seorang penyair atau sastrawan. Ia juga pernah menjadi seorang penyair radio Jepang di Jakarta saat masa pendudukan Jepang. Chairil kemudian wafat pada tanggal 28 April 1949 saat ia berusia 26 tahun.
2.     Hasil Karya
Hasil karya Chairil Anwar mempunyai koleksi puisi diantaranya berjudul “Deru Campur Debu”, “Kerikil-kerikil Tajam dan yang Putus”, dan “Tigas Menguk Takdir”.
  B.   Puisi
1.     Definisi
Puisi adalah karangan yang terikat pada bait, baris, suku kata, rima, dan irama.
2.     Unsur-unsur Pembentuk Puisi
a. Diksi  :  merupakan pemilihan kata untuk mengungkapkan gagasan.
b. Bunyi : dalam puisi bunyi bersifat estetik untuk mendapat keindahan dan tenaga ekspresif.
c.    Rima   : persamaan bunyi baik diawal larik atau diakhir larik.
d.    Irama  : panduan bunyi yang menimbulkan efek musikalitas.
e. Ragam Bunyi :  meliputi bunyi eufoni, kokofoni, dan onomotope.
f.    Bahasa Puisi : merupakan sarana ekspresi dalam penulisan puisi.
g. Tipografi     : merupakan pembeda yang paling awal dapat dilihat dalam membedakan puisi dengan prosa fiksi dan drama.
h.  Isi Puisi  :   mencakup tema, perasaan penyair, nada, dan amanat.
i.       Imaji dan Simbol :  menggunakan kata-kata yang bermakna.
3.     Jenis-jenis Puisi
Puisi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu puisi lama dan puisi baru. Puisi lama terdiri dari mantra, pantun, karmina, seloka, gurindam, syair, dan talibun. Sedangkan puisi baru terdiri dari balada, himne, ode, epigram, romance, elegi, dan sabire.
4.     Memaknai Puisi “Aku”
Puisi yang berjudul “Aku” karya Chairil Anwar menggambarkan semangat perjuangan untuk membebaskan diri dari penjajahan. Ada pesan dari Chairil Anwar dalam puisi tersebut, bahwa manusia itu adalah makhluk yang tak pernah lepas dari kesalahan. Oleh karena itu, jangan memandang seseorang baik-buruknya saja.
Pada puisi tersebut Chairil Anwar menginginkan kebebasan dari semua ikatan. Beliau ingin selalu dapat berkreasi. Adapun amanat dari puisi “Aku” seperti manusia harus tegak, kokoh terus berjuang, pantang mundur meskipun rintangan menghadang.

Rabu, 01 April 2015

Catatan Perjalanan
          Kamis (26/3) SMA Negeri 2 Magelang mengadakan acara bagi siswa kelas 10. Acara tersebut yaitu Pelajaran Luar Sekolah atau disingkat PLS. Satu hari sebelum PLS dimulai, para siswa diberikan instruksi dari Kepala Sekolah atau Bapak M. Arief Fauzan kemudian dilanjutkan oleh Bapak Pridjaji.
          Didalam intruksi tersebut terdapat peraturan-peraturan yang harus dijalani oleh siswa kelas 10 kemudian seragam yang harus digunakan serta sepatu yang harus dipakai. Tidak hanya itu, siswa kelas 10 diberitahukan agar besuk berangkat pagi karena acara dimulai pada jam 06.30 WIB. Setelah semuanya diinstruksikan kepada siswa kelas 10, siswa kelas 10 kemudian dipersilahkan untuk pulang agar menyiapkan yang harus dibawa saat PLS.
          Pagi harinya, siswa kelas 10 sudah bersiap-siap untuk melaksanakan “Pelajaran Luar Sekolah atau PLS”. Keberangkatan tidak sesuai dengan yang diinstruksikan kemaren dan baru jam 07.00 WIB berangkat dari Kota Magelang menuju Surakarta. Perjalanan menuju Surakarta membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam (apabila jalan tidak macet). Selama perjalanan banyak siswa yang bernyanyi, berfoto-foto didalam bis, bercanda, dan lain-lain. Ditengah perjalanan semua bis berhenti di sebuah POM Bensin, berhenti disitu dimaksudkan apa ada siswa yang ingin buang air kecil tidak. Semua pada mengantri untuk bergantian keluar masuk kamar mandi atau WC. Setelah semua sudah lengkap, perjalanan menuju Surakarta pun dilanjutkan.
          Lokasi pertama yang dikunjungi adalah sebuah perusahaan tekstile yang namanya sudah terkenal baik local maupun internasional. Perusahaan tekstile tersebut adalah PT. Sri Rejeki Isman, Tbk akan tetapi orang-orang biasa menyebut PT. Sritex. Perusahaan ini menghasilkan beragam bentuk seragam militer baik lokal maupun internasional, kemudian tas dan topi yang bercorak militer, dan lain-lainnya. Perusahaan ini sudah lama berdiri dan bermula dari toko tekstile sederhana yang berada di Pasar Klewer, Surakarta. Pendiri dari Perusahaan PT. Sri Rejeki Isman, Tbk adalah Alm. H.M. Lukminto. Karyawan yang bekerja di perusahaan ini sekitar 25.000 orang dan luas perusahaan ini yaitu 130 hektare yang telah disetujui oleh Presiden ke-6 Republik Indonesia, Bapak H. Susilo Bambang Yudhoyono.
          Sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi kedua, siswa kelas 10 melakukan istirahat sejenak di Rumah Makan Tamansari yang berada di Sukoharjo. Di  Rumah Makan Tamansari, siswa kelas 10 melakukan makan siang dan ibadah salat (bagi siswa Muslim). Jika semua sudah, perjalanan pun berlanjut menuju lokasi kedua. Perjalanan menuju lokasi kedua membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari tempat peristirahatan atau dari Rumah Makan Tamansari.
          Lokasi kedua yang dimaksud adalah Museum Sangiran. Museum Sangiran berisi kumpulan benda yang terdapat pada waktu zaman purba dan Museum Sangiran juga mengkoleksi manusia pada zaman purba. Manusia purba yang dimaksud adalah Pithecanthropus Javanicus, kemudian Meganthropus erectus, dan lain-lain. Tidak hanya itu saja, Museum Sangiran juga memberikan informasi kepada siswa kelas 10 bagaimana proses perubahan manusia yang dikemukakan oleh para ahli dan yang paling terkenal adalah proses perubahan manusia yang dikemukakan oleh Charles Darwin.

          Sebelum berangkat menuju pusat oleh-oleh khas Surakarta, siswa kelas 10 melakukan ganti pakaian yang bermula seragam batik SMA Negeri 2 Magelang dan berubah menggunakan kaos yang diberikan oleh pihak sekolah. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuuju pusat oleh-oleh khas Surakarta. Tempat pusat oleh-oleh khas Surakarta bernama Javenir. Disana terdapat kaos bergambar wayang, ikon Surakarta, dan lain-lain, kemudian makanan khas Surakarta serta mainan tradisional yang terbuat dari kayu. Siswa kelas 10 berbelanja untuk oleh-oleh keluarga dan kerabat yang berada di rumah. Setelah itu, siswa kelas 10 melakukan perjalanan balik menuju SMA Negeri 2 Magelang karena sudah malam banyak siswa yang tertidur dalam perjalanan balik menuju SMA Negeri 2 Magelang. Dan akhirnya perjalanan balik diberikan kelancaran tanpa ada halangan apapun.